8 Cara Mudah Belajar Berbisnis Online untuk Pemula

8 Cara Mudah Belajar Berbisnis Online untuk Pemula image

Ingin membuka bisnis, tapi terkendala modal? Sebaiknya diawali dengan membuka bisnis online. Caranya lebih praktis dan tidak membutuhkan banyak modal usaha. 

Meski begitu, jangan asal membuka bisnis online ya! Pelajari terlebih dahulu strategi dan trik suksesnya. Bagaimana caranya? Berikut 8 cara belajar berbisnis online secara mudah untuk pemula.

1. Tentukan Jenis Bisnis Online yang Ingin Anda Tekuni
belajar-berbisnis-online
foto: harapanrakyat.com

Sebelum membuka bisnis online, tentukan terlebih dahulu jenis bisnis online seperti apa yang ingin Anda tekuni.

Sebab, jenis bisnis online cukup beragam dan tidak terpaku pada jual beli barang saja. Berikut adalah beberapa jenis bisnis online yang bisa Anda pilih.

a. Berjualan Produk Sendiri Secara Online

Jenis bisnis online yang pertama ini mirip dengan bisnis offline pada umumnya, di mana Anda berjualan produk Anda sendiri secara online.

Misalnya, Anda memproduksi sebuah produk makanan ringan, lalu menawarkannya secara online melalui Facebook, Instagram, atau TikTok. Dari sana Anda bisa menemukan pembeli, sehingga akhirnya terjadi transaksi.

Sebenarnya Anda tidak harus memproduksi barang sendiri. Anda juga bisa kulakan produk lain, lalu jual secara online.

Akan tetapi, Anda tetap perlu menyiapkan stok produk tersebut, sehingga bisa langsung mengirimnya ke pembeli ketika ada pesanan. Itu artinya Anda harus menyiapkan sejumlah modal untuk stok produk terlebih dahulu.

b. Menjadi Reseller

Jika Anda bingung ingin menjual produk apa, sebaiknya bergabung ke beberapa lowongan bisnis online milik brand-brand ternama. Biasanya banyak brand yang membuka pendaftaran member sekaligus reseller untuk menjualkan produknya.

Tentu ini lebih praktis untuk belajar bisnis pertama kali. Karena Anda tidak perlu membangun merek Anda sendiri.

Pastikan Anda memilih brand yang telah terjamin kualitas dan track record-nya, sehingga memudahkan Anda ketika menjual produk tersebut. Pilih juga yang harga dan sistem pendaftarannya tidak terlalu memberatkan.

Sebab, saat ini muncul banyak peluang reseller brand tertentu, tapi menerapkan harga pendaftaran yang terlalu mahal.

c. Menjadi Dropshipper

Jika harus stok produk terlebih dahulu terasa memberatkan, Anda bisa memilih cara bisnis online shop tanpa modal dengan menjadi dropshipper. Memangnya, apa beda reseller dan dropshipper?

Jika menjadi reseller biasanya Anda harus membeli sejumlah produk terlebih dahulu untuk stok, sehingga Anda bisa langsung menjualnya ke pelanggan. 

Sedangkan dropshipper tidak perlu stok produk. Anda hanya perlu mencari pelanggan, lalu jika mereka memesan, Anda cukup menghubungi supplier. Nantinya supplier yang akan langsung mengirim produk pesanan pelanggan Anda.

Jadi lebih praktis kan? Tak heran jika jika dropshipper menjadi salah satu pilihan bisnis online tanpa modal untuk pelajar.

d. Menjadi Affiliate Marketer atau Publisher Iklan

Pernahkan Anda diminta mengisi kode referal tertentu saat mendaftar akun, kelas online, atau program webinar tertentu?

Nah,itulah salah satu pemasaran online yang memungkinkan seseorang menyebarkan link pendaftaran tertentu kepada teman atau follower-nya di media sosial. Hasilnya lumayan lho jika Anda melakukannya secara rutin dalam jangka panjang.

Biasanya banyak pemilik blog atau website yang melakukan jenis bisnis ini.

Mereka memasang link  pendaftaran atau iklan tertentu di website, sehingga jika ada yang mendaftar dari link tersebut akan langsung terdeteksi. Anda pun akan mendapatkan upah dari banyaknya pendaftaran yang masuk dari link tersebut.

e. Menjual Layanan Digital Berlangganan

Anda bisa menawarkan berbagai layanan digital premium yang bisa diakses orang lain secara berlangganan. Sehingga Anda bisa mendapatkan uang dari layanan yang Anda buat.

Memangnya, layanan digital seperti apa saja yang bisa dijual? Tentu beragam. Mulai dari blog, ebook, rekaman musik, podcast, webinar, kelas online, hingga video.

Jadi, Anda bukan sekadar membuat konten yang bisa dinikmati secara gratis. Tapi memberlakukan sejumlah biaya bagi pelanggan yang ingin menikmati konten Anda.

Tentunya, bisnis ini bisa Anda terapkan setelah melakukan personal branding yang cukup kuat dalam jangka waktu lama. 

2. Lakukan Riset Secara Mendalam
belajar-berbisnis-online
foto: maxmanroe.com

Setelah memilih jenis bisnis online yang paling tepat, langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan yaitu riset, riset, dan riset.

Apapun pilihannya, semuanya butuh riset secara mendalam jika Anda ingin membangun usaha online yang menguntungkan. Setidaknya lakukan 3 jenis riset berikut ini agar Anda punya pegangan yang cukup sebelum berbisnis.

a. Riset Kebutuhan Pasar

Satu-satunya tujuan berbisnis yaitu menjangkau pasar secara luas. Lantas, bagaimana cara mudah menjangkau mereka secara online? Jawabannya ada pada riset.

Kenali terlebih dahulu apa yang dibutuhkan oleh pasar. Riset ini sekaligus berguna untuk Anda yang masih bingung ingin menjual produk apa. Cari tahu saja apa yang paling dibutuhkan oleh target pasar Anda.

Lakukan pemetaan juga tentang bagaimana persona buyer dari target pasar Anda. Bagaimana karakter, minat, kesukaan, hingga kisaran harga suatu produk yang mampu mereka beli.

Dengan begitu, Anda bisa menyiapkan batasan-batasan khusus untuk bisnis online Anda ke depan. Karena bisnis yang sukses adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan pasar.

b. Riset Supplier

Selain mengenal target pasar secara lebih mendalam, Anda juga perlu mencari supplier yang paling tepat untuk produk Anda nanti. Baik saat Anda memutuskan untuk produksi sendiri, modifikasi, atau menjual produk orang lain.

Tentu Anda harus memilih supplier terbaik yang memberikan kualitas produk dan layanan prima. Jadi, jangan sampai asal pilih supplier.

c. Riset Strategi Digital Marketing

Karena dilakukan secara online, maka Anda perlu riset strategi pemasaran digital terlebih dahulu. Cari tahu untuk jenis produk yang ingin Anda jual sebaiknya dipasarkan melalui platform apa, dan sebagainya.

Cari tahu juga bagaimana strategi yang dilakukan kompetitor hingga berhasil dikenal dan mendapatkan banyak pelanggan.

3. Buatlah Brand yang Ingin Anda Jual
belajar-berbisnis-online
foto: mldspot.com

Sebenarnya langkah ketiga ini tidak wajib dilakukan, terutama jika Anda menjual produk orang lain. Tapi, membuat brand Anda sendiri akan lebih menarik dan menguntungkan untuk jangka panjang.

Misalnya saja Anda menjual berbagai produk kosmetik. Tentu Anda tidak memproduksinya sendiri, tapi Anda bisa membuat brand untuk toko kosmetik Anda.

Jadi, brand bukan hanya terpaku pada merk produk yang Anda jual ya! Tapi juga bisa Anda lekatkan untuk nama toko atau layanan yang Anda tawarkan.

Dengan memiliki brand sendiri, Anda akan dinilai lebih kredibel dan terpercaya. Sehingga pelanggan tidak ragu untuk memilih dan membeli dari toko Anda. 

4. Siapkan Saluran Pemasaran Online
belajar-berbisnis-online
foto: ukmindonesia.id

Setelah menentukan supplier, target pasar, serta nama brand Anda sendiri, kini waktunya memasarkan produk atau jasa Anda secara online.

Mungkin, beberapa dari Anda langsung berpikir untuk mempromosikannya melalui status WhatsApp atau postingan media sosial pribadi. Ya, tentu boleh saja. Tapi jangan sebatas itu.

Jika Anda ingin menarik lebih banyak pelanggan, Anda perlu membuat saluran pemasaran untuk brand Anda sendiri. Entah di media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.

Atau pasarkan melalui marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak. Selain itu, Anda juga bisa membuat saluran pemasaran Anda sendiri melalui website.

Bagusnya memilih saluran yang mana? Sesuaikan dengan jenis produk atau jasa yang Anda jual. Disinilah gunanya melakukan riset strategi digital marketing yang telah dipaparkan sebelumnya.

Coba pilih salah satu saluran yang paling tepat dan fokus memasarkan di sana terlebih dahulu. Nantinya, Anda bisa membuat saluran lainnya sambil jalan.

Misalnya saja Anda ingin fokus di Facebook. Maka, pelajari cara bisnis online di Facebook terlebih dahulu. Terapkan strategi dan trik bisnis di Facebook, serta jangan lupa untuk senantiasa melakukan analisa.

Sembari menjalankan pemasaran di Facebook, Anda juga bisa membuka saluran pemasaran lain secara pelan-pelan, misalnya di marketplace.

5. Aktif Membuat Konten Promosi Online
belajar-berbisnis-online
foto: merchant.id

Bisa dibilang, langkah kelima ini adalah kunci sukses belajar bisnis online untuk pemula. Sebab, konten adalah salah satu faktor penting yang mendorong seseorang melakukan pembelian online.

Jika saat berjualan langsung Anda bisa presentasi kelebihan produk, maka yang akan mempresentasikan produk Anda dalam bisnis online adalah konten.

Misalnya saja ketika Anda memajang produk Anda di media sosial atau marketplace. Tentu pengunjung tidak serta merta membeli atau sekadar melihat harganya saja.

Mereka juga akan mengecek terlebih dahulu apakah spesifikasinya cocok, bagaimana testimoni pembeli sebelumnya, hingga sistem pembayaran dan pengirimannya.

Nah, tugas Anda adalah meyakinkan calon pembeli melalui konten yang Anda pajang.

Mulai dari menyiapkan foto atau video produk terbaik, menampilkan testimoni paling unik dan menarik, dan sebagainya. 

Anda juga perlu membangun kedekatan dengan follower melalui konten-konten harian yang dapat menarik interaksi. Misalnya,unggah postingan lucu atau berupa motivasi diri.

Sehingga follower merasa ada manfaat yang bisa mereka dapatkan dengan mengikuti media sosial Anda. Bisa jadi, kedepannya mereka juga tertarik melakukan pembelian produk Anda.

6. Lakukan Optimasi Secara Rutin
belajar-berbisnis-online
foto: logique.co.id

Ingat, strategi pemasaran online tidak cukup hanya dengan posting setiap hari. Tapi Anda harus memperhatikan dengan baik bagaimana kualitas konten yang Anda buat.

Optimasi juga saluran pemasaran online tersebut, sehingga bisa menaikkan trafik pengunjung. Berikut beberapa teknik optimasi digital marketing yang perlu Anda lakukan:

a. Optimasi Media Sosial

Jika Anda fokus memasarkan produk melalui media sosial, coba lakukan optimasi hingga detail terkecil. Mulai dari pilihan username, tulisan yang ada di bio, hingga konten harian yang dibuat.

Pastikan toko online Anda menggunakan username yang mudah diingat. Cantumkan kontak yang jelas di bio, serta perbarui konten secara berkala.

Yang tidak kalah penting, coba bangun interaksi dengan follower media sosial. Jangan terlalu sering mengunggah konten promo secara hard selling.

Tapi sering-seringlah membuat konten edukasi dan hiburan dengan teknik soft selling, sehingga follower lebih betah untuk terus mengikuti akun media sosial bisnis Anda.

Selain itu, coba sesekali buat program promo yang bisa menarik perhatian follower. Misalnya saat toko online Anda ulang tahun, buatlah giveaway khusus follower setia yang telah mengikuti media sosial bisnis Anda sejak lama.

Tentunya, sertakan syarat khusus yang bisa mendatangkan keuntungan untuk bisnis Anda, seperti kewajiban follow, likes, dan sebagainya.

b. Optimasi SEO Website

Untuk optimasi website, maka Anda perlu fokus masuk ke halaman satu pencarian untuk kata kunci tertentu sesuai bisnis Anda. Teknik ini disebut SEO (Search Engine Optimization).

Untuk langkah-langkah teknisnya lumayan panjang. Mulai dari riset kata kunci, buatlah konten artikel yang SEO friendly, terapkan link building, dan sebagainya.

Sebagai permulaan, coba fokus ke riset kata kunci terlebih dahulu. Jadi, setiap mengunggah konten website atau produk jualan di web e-commerce, pastikan Anda mencantumkan kata kunci yang relevan.

Tambahkan juga foto dan deskripsi yang menarik, sehingga bisa mendorong seseorang melakukan pembelian.

c. Optimasi Marketplace

Bagi Anda yang berjualan produk di marketplace juga tidak bisa ditinggal diam begitu saja. Setelah posting semua produk di etalase, Anda juga perlu optimasi toko online Anda secara rutin.

Salah satunya dengan aktif mengikuti event atau program promo yang diterapkan marketplace bersangkutan, sehingga toko Anda lebih diprioritaskan.

Selain itu, coba aktif membagikan postingan di lini masa marketplace, membuat siaran live, dll untuk menarik trafik pengunjung. Pastikan juga Anda telah memajang etalase produk terbaik.

Mulai dari segi foto, penulisan deskripsi, hingga testimoni pelanggan sebelumnya. Jika ada komentar miring, segera tanggapi dengan jawaban yang menenangkan.

7. Analisa Digital Marketing dan Lakukan Perbaikan
belajar-berbisnis-online
foto: dhadigital.com

Sudah melakukan riset digital marketing secara mendalam dan aktif membuat konten setiap hari, tapi lapak masih sepi? Itu tandanya ada yang perlu diperbaiki dari segi teknik optimasi.

Sambil memikirkan ide konten selanjutnya, coba lakukan analisa secara rutin setiap optimasi website, media sosial, maupun marketplace. 

Untuk optimasi website, Anda bisa menggunakan tools analisa seperti Google Analytic untuk mengecek performa trafik website. Cek bagaimana kualitas kata kunci yang Anda masukkan serta pengaruhnya untuk mendatangkan trafik.

Selanjutnya, fokus melakukan perbaikan konten agar dapat meningkatkan trafik dan berujung pada konversi.

Sedangkan untuk analisa media sosial dan marketplace, biasanya kedua platform tersebut telah dilengkapi tools tersendiri.

Coba cek insight media sosial dan marketplace Anda secara rutin untuk mengetahui jenis postingan mana yang menarik lebih banyak interaksi. Belajar dari postingan tersebut untuk pembuatan ide konten selanjutnya.

Ingat, langkah kedelapan ini tidak bisa dilakukan 1-2 kali saja, tapi seterusnya mengikuti perkembangan digital marketing.

Sebab, bisa jadi untuk saat ini tren postingan yang Anda buat bisa memancing banyak trafik, tapi belum tentu untuk tahun depan. Jadi, terus lakukan inovasi mengikuti perkembangan.

8. Jangan Abaikan Promosi Offline
belajar-berbisnis-online
foto: aktual.com

Meski berjualan online, Anda tidak harus melakukan pemasaran online sepenuhnya. Anda juga perlu melakukan promosi offline, misalnya dengan menawarkan produk kepada kerabat atau teman terdekat, sehingga mereka pun bisa menyebarluaskan tentang produk Anda tersebut ke orang-orang di sekitarnya. Disinilah terjadinya word of mouth marketing.

Perlu dipahami bahwa pemasaran online dan offline bukanlah hal yang berlawanan. Keduanya bisa saling melengkapi satu sama lain untuk menguatkan brand awareness dan meningkatkan penjualan.

Sehingga sumber pelanggan yang datang ke toko Anda bisa lebih luas lagi. Tidak hanya datang dari trafik website, media sosial atau marketplace, tapi juga kenalan Anda.

Anda bisa melakukan promosi offline dengan aktif melakukan kerjasama dengan orang, komunitas, atau lembaga tertentu.

Misalnya dengan memberikan sponsorship, event kolaborasi, dll yang dapat meningkatkan popularitas brand Anda secara offline.

Ternyata membuka bisnis online tidak bisa dilakukan sembarangan. Lakukan 8 cara belajar berbisnis online di atas secara runtut dan jangan pernah berhenti belajar. Apalagi, ilmu digital marketing terus mengalami perkembangan.

Jadi, ikuti perubahan agar tidak tergilas zaman. Ingat, bisnis bukan tentang siapa yang paling lama, tapi siapa yang mampu bertahan.