Apa itu Reseller Dropship, Keuntungan dan Risikonya

Apa itu Reseller Dropship, Keuntungan dan Risikonya image

Apa itu reseller dropship? mana yang paling cocok untuk pebisnis pemula? Anda mungkin juga menanyakan hal yang sama.

Dewasa ini, semakin banyak orang yang tertarik untuk berbisnis. Anda mungkin salah satunya. Tetapi, setelah melihat isi dompet, niat pun hampir sirna.

Jangan batalkan dulu niat berbisnis. Jangan jadikan modal sebagai penghambat kesuksesan Anda. Saat ini, peluang berbisnis dengan modal pas-pasan sudah menjamur. 

Misalnya saja, dengan menjadi reseller atau dropshipper. Kedua model bisnis ini cocok bagi Anda yang baru mulai berbisnis. 

Tetapi, apa yang membedakan keduanya? Mana yang lebih menguntungkan? Tenang saja, Anda bisa duduk manis dan menyimak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Reseller dan Dropshipper
apa-itu-reseller-dropship
foto: blog.amartha.com

1. Pengertian Reseller

Jika Anda paham bahasa Inggris, Anda mungkin sudah punya gambaran. Reseller adalah pihak yang membeli suatu produk kemudian menjualnya ke orang lain untuk mendapat keuntungan.

Reseller membeli produk dari supplier dengan kuantitas tertentu, kemudian menjualnya dengan harga lebih mahal. Jumlah yang lebih banyak ini biasanya membuat reseller mendapat harga lebih murah. 

2. Pengertian Dropshipper

Dropship merupakan aktivitas menjual barang dari supplier tanpa membeli stok barang sebelumnya. Dropshipper adalah pihak yang menjalankan kegiatan ini.

Dropshipper akan mencari pembeli. Kemudian, setelah dapat, ia akan meminta supplier untuk mengirim pesanan ke pembeli. Barang ini dikirim atas nama dropshipper tadi.

Dropshipper bisa menambah harga jual. Namun, ada juga yang penambahan harga jualnya ditentukan oleh supplier.

Itulah pengertian reseller dan dropshipper. Setelah mengetahui apa itu reseller dan dropship,  Anda masih perlu mempelajari beberapa hal lain. Seperti perbedaannya dan kelebihan serta kekurangannya.

Perbedaan antara Reseller dengan Dropshipper
apa-itu-reseller-dropship
foto: anakbuburpedas.blogspot.com

Kedua bisnis ini sama-sama menjual barang dari supplier. Namun, mereka memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan mereka meliputi stok, cara kerja, hingga besarnya profit.

  • Dalam Hal Stok

Bisa dibilang, stok barang adalah perbedaan utama antara reseller dengan dropshipper.

Jika ingin menjadi reseller, Anda perlu membeli barang dari supplier. Barang yang dibeli ini akan menjadi stok Anda. Biasanya, barang dibeli dengan kuantitas yang besar.

Bisa saja ada minimal pembelian. Biasanya, semakin banyak Anda membeli stoknya, harganya akan semakin murah. 

Tapi, jangan langsung membeli terlalu banyak. Kalau tidak laku, bisa rugi.

Berbeda dari reseller, dropshipper tidak perlu membeli barang untuk stok. Ini karena aktivitas dropship dilakukan hanya dengan meneruskan pesanan pelanggan ke supplier.

Dropshpper hanya perlu memasarkan produk supplier. Sehingga, mereka tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak.

  • Besarnya Modal yang Dikeluarkan

Secara umum, reseller membutuhkan modal yang lebih banyak dari dropshipper. Ini karena reseller perlu membeli barang sebagai stok. Terlebih, barang yang dibeli harus dalam jumlah banyak agar bisa mendapat untung lebih besar.

Reseller juga butuh tempat untuk menyimpan stoknya agar aman. Jika stok barang disimpan sembarangan, bisa saja rusak. Ini membuat reseller merugi.

Sedangkan dropshipper tidak perlu membeli barang untuk stok. Ini membuat dropship kadang disebut bisnis tanpa modal. Walaupun sebenarnya, tidak benar-benar tanpa modal juga.

  • Pengemasan dan Pengiriman

Para reseller mengemas dan mengirim paket yang dibeli oleh pelanggan. Ini memungkinkan reseller mengemas pesanan pelanggan dengan cara berbeda. Tapi ini memang lebih merepotkan kalau pesanannya mulai banyak.

Sedangkan para dropshipper tidak mengurus pengemasan dan pengiriman. Fokus mereka hanya mendapat pelanggan dan meneruskannya ke supplier. 

Dengan ini, pekerjaan dropshipper menjadi tidak rumit dan repot. Tetapi, mereka tidak bisa membuat pengemasan kustom. Pengemasan tergantung supplier, hanya saja menggunakan label nama dropshipper.

  • Profit yang Didapat

Profit atau keuntungan yang diperoleh seorang reseller berasal dari perbedaan antara harga jual dan harga beli. Semakin besar jumlah barang yang dibeli, biasanya akan makin murah. Dengan begini, profit reseller bisa lebih banyak.

Profit yang didapat dari dropshipper juga berasal dari perbedaan harga supplier dengan harga jual mereka. Bedanya, dropshipper tidak membeli banyak dari supplier. Sehingga, perbedaan harganya tidak jauh berbeda.

Ini membuat profit dari sistem dropship tidak terlalu besar. Selain itu, beberapa supplier memberikan saran harga jual maksimum. Ini bertujuan agar barang yang dijual tidak terlalu mahal.

Kelebihan dan Kekurangan Reseller dan Dropshipper
apa-itu-reseller-dropship
foto: tamasia.co.id

Baik reseller maupun dropshipper memiliki kelebihan dan kekurangan. Anda bisa memilih dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya.

  • Kelebihan Menjadi Reseller

Menjadi reseller memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan ini ada karena mereka memiliki stok barang. Keuntungannya mulai dari detail produk yang lebih jelas, hingga lebih mudah melakukan upsell. 

1. Lebih Mengetahui Keadaan Produk

Jika diingat lagi, reseller adalah orang yang membeli barang, kemudian menjualnya kembali. Mereka memegang stok barang yang dijual.

Artinya, mereka sudah melihat barangnya secara langsung. Dengan begini, reseller lebih tahu keadaan barang yang mereka jual.

Reseller akan lebih mudah menyebutkan spesifikasi produk ke pelanggan. Misalnya, ukuran, tekstur, dan detail lainnya.

Dengan memiliki stok, reseller bisa merespon pelanggan lebih cepat. Selain itu, akan memudahkan jika ada pelanggan yang meminta foto asli produk.

2. Bisa Membuat Pengemasan Kustom

Karena reseller mengemas dan mengirim pesanan pelanggan, mereka bisa mengemasnya dengan cara berbeda. Ini akan memberikan identitas tersendiri bagi reseller. Dengan cara ini, reseller tadi akan lebih mudah dikenali dan diingat pelanggan.

Pengemasan yang kustom bisa berupa kemasan yang warna-warni. Atau bisa juga dibentuk menjadi unik. Dengan keunikan ini, reseller bisa menyaingi kompetitor.

3. Lebih Leluasa Melakukan Upsell dan Promo Hadiah

Jika Anda merasa bingung dengan upsell, itu adalah teknik mendapat keuntungan lebih. Caranya, dengan menawarkan barang lain saat ada pelanggan yang beli.

Mari ambil contoh saat belanja di minimarket. Di minimarket, kasir akan menawarkan barang lain saat pelanggan melakukan pembayaran. Kurang lebih seperti "Rotinya sekalian, pak?"

Reseller lebih leluasa dalam hal ini. Mereka bisa menawarkan barang lain kepada pelanggan. Jika pelanggan setuju, mereka bisa langsung mengemasnya jadi satu.

Ini lebih mungkin dilakukan oleh reseller karena mereka mengetahui ada tidaknya barang tersebut. Karena mereka memiliki stoknya, proses pengecekan akan lebih cepat. 

Selain itu, mudah bagi reseller untuk memberi hadiah kepada setiap pelanggan. Hadiah ini bisa dikirim bersamaan dengan pesanan pelanggan. Misalnya, hadiah masker untuk setiap pembelian aksesoris ponsel.

4. Bisa Mengambil Margin Lebih Besar

Karena reseller membeli dalam jumlah lebih banyak, harganya tentu lebih murah. Dengan begini, reseller bisa mengambil margin lebih besar. Selain itu, margin yang lebih besar juga bisa didapat dari program upsell dan bundling.

Bundling berarti menjualkan barang sepaket dengan barang lainnya. Misalnya, Anda bisa menjual telepon seluler dan aksesorisnya menjadi satu paket.

  • Kekurangan Menjadi Reseller

Selain keunggulan, menjadi reseller juga memiliki kelemahan. Stok barang juga mempengaruhi kekurangan ini. Mulai dari perlunya modal yang lebih besar, hingga beberapa risiko karena rusak dan tidak lakunya stok barang.

1. Perlu Modal Lebih Besar

Karena reseller perlu stok barang, modal yang dikeluarkan pun lebih besar. Selain stok, terdapat pula hal lain yang harus disiapkan. Misalnya, tempat untuk menyimpan stok itu sendiri.

Jika menyimpan stok di rumah tidak memungkinkan, maka perlu properti lain. Misalnya, menyewa kontrakan atau gudang untuk menyimpan stok. Ini akan memperbesar biaya yang diperlukan untuk modal.

2. Adanya Risiko Stok Rusak

Stok yang disimpan oleh reseller bisa saja rusak. Terlebih, jika tempat untuk menyimpan stok tadi tidak terlalu memadai. Atau jika reseller menyimpannya secara sembarangan. 

Stok yang disimpan bisa saja dirusak oleh binatang. Atau terkena air hujan yang bocor. Dan bahkan bisa  dimainkan  oleh anak kecil.

Jika stok rusak, maka sudah tidak bisa dijual. Dengan begini, reseller pun akan rugi.

3. Adanya Risiko Stok Tidak Laku

Stok yang sudah dibeli bisa saja tidak laku. Hal ini bisa merugikan reseller. Terlebih, jika reseller sudah membeli dalam jumlah yang besar. 

Oleh karena itu, reseller perlu melakukan pengamatan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa yang laku di pasaran. Dengan mengetahui barang yang diminati, akan meminimalkan stok yang tidak laku.

Setelah itu, jangan langsung membeli dalam jumlah besar. Coba jual dalam jumlah lebih kecil. Setelah dipastikan ramai peminatnya, barulah bisa stok dalam jumlah besar. 

Membeli dalam jumlah lebih sedikit memang bisa membuat harga semakin tinggi. Margin yang bisa diambil pun sedikit. Tetapi setidaknya, itu lebih baik daripada membeli dalam jumlah besar kemudian tidak laku.

  • Kelebihan Menjadi Dropshipper

Dropship memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya dipilih banyak orang. Bisnis ini modalnya lebih kecil. Bahkan, variasi produk yang bisa dijual pun bisa lebih banyak.

1. Tidak Perlu Modal Besar

Dropship tidak perlu modal besar. Cukup temukan supplier, kemudian minta untuk kerja sama. Selanjutnya Anda bisa fokus ke pemasaran.

Dengan memilih menjadi dropshipper, Anda tidak perlu membeli barang dari supplier. Anda hanya butuh laptop atau ponsel dan koneksi internet. Inilah yang membuat modal yang dibutuhkan lebih sedikit. 

Bahkan, ada yang menyebut dropship bisnis tanpa modal.

2. Tidak Perlu Stok Barang

Dengan menjadi dropshipper, Anda tidak perlu repot memikirkan stok barang. Juga tidak perlu menyiapkan tempat untuk stok.

Dengan tidak memiliki stok, Anda juga tidak perlu khawatir akan kerugian karena rusaknya barang.

Tempat untuk menyimpan stok barang, berikut pencegahan dari kerusakan menjadi tanggung jawab supplier. Ini karena, mereka yang menyimpan stok barangnya.

3. Tidak Perlu Khawatir Barang Tidak Laku

Dengan memilih dropship, Anda tidak perlu khawatir jika barang tidak laku. Karena Anda tidak membeli stok dari supplier, Anda tidak terlalu dirugikan. Jika barang yang Anda pasarkan tidak laku, cukup ganti saja.

Berbeda jika Anda perlu membeli stok barang. Saat barang yang sudah dibeli tidak laku, Anda akan rugi. Apalagi, kalau barang itu sampai rusak.

4. Barang yang Dijual Bisa Lebih Variatif

Anda bisa mencoba menawarkan banyak variasi barang ke orang-orang. Walaupun banyak, tidak membuat modal yang diperlukan ikut membengkak. Ini karena dropshipper tidak perlu membeli stok barang.

Salah satu keunggulan ini bisa Anda manfaatkan untuk mengetahui produk mana yang laku di pasaran. Anda bisa menjual banyak varian produk dan melihat mana yang laku. 

Kemudian, setelah mengetahui mana yang paling diminati, Anda bisa fokus pada itu.

  • Kekurangan Menjadi Dropshipper

Selain kelebihan, menjadi dropshipper juga memiliki beberapa kekurangan. Seperti, sangat bergantung pada supplier dan terbatasnya informasi mengenai produk.

1. Kinerja Tergantung Supplier

Jika menjadi dropshipper, Anda akan sangat bergantung pada supplier. Pelayanan ke konsumen juga bergantung pada supplier Anda. Semakin baik kinerja supplier, semakin nyaman Anda ketika menjadi dropshipper.

Misalnya saja, saat pelanggan bertanya stok kepada Anda. Setelah itu, Anda akan menanyakan stok kepada supplier. Jika supplier lambat dalam merespon, akan membuat pelanggan tidak sabar.

Bahkan walaupun Anda merespon dengan cepat, pengalaman pelanggan bisa saja buruk. Ini bisa terjadi jika supplier tidak memberikan pengalaman yang baik.

2. Tidak Bisa Mengemas Secara Kustom

Menggunakan sistem dropship berarti menyerahkan seluruh proses kepada supplier. Mulai dari menyimpan stok, pengecekan kualitas, pengemasan, hingga pengiriman. Dengan ini, Anda memang tidak direpotkan.

Lalu, kelemahannya adalah, Anda tidak bisa membuat kemasan kustom. Kemasan yang berbeda dari kompetitor bisa membuat bisnis Anda mudah diingat. Ini bisa membuat bisnis Anda lebih menonjol dibanding kompetitor. 

Namun, sayangnya jika menggunakan sistem dropship, kemasan kustom tidak akan dipakai. Kalaupun ada supplier yang menerima pengemasan kustom, pasti sangat terbatas. 

3. Pengetahuan Mengenai Produk Terbatas

Dengan menjadi dropshipper, Anda tidak perlu membeli barang. Tetapi, dengan tidak membelinya, berarti tidak mencobanya. Dengan begini, pengetahuan Anda tentang produk yang dijual akan lebih sedikit.

Anda memang bisa bertanya ke supplier mengenai detail produk yang dijual. Tetapi, informasi yang Anda dapatkan tidak sama lengkapnya dengan jika Anda mencobanya sendiri.

Sebenarnya Anda bisa menyiasati ini. Anda bisa membeli produk dari supplier sebagai sampel. Tidak perlu banyak, cukup beli satu saja. 

Kemudian, dengan itu Anda bisa menilai bagaimana produk yang dijual. Walaupun, jika semua varian produk dibeli maka akan butuh modal juga. 

Bahkan akan tetap memakan lumayan banyak biaya meskipun hanya membeli satu untuk setiap varian. Terutama jika jumlah varian yang dijual oleh supplier sangat banyak.

4. Tidak Cukup Leluasa untuk Promo Hadiah

Dengan memilih sistem dropship, pengemasan dan pengiriman dilakukan oleh supplier. Artinya, Anda tidak bisa menambahkan barang di luar supplier sebagai hadiah. 

Hadiah yang bisa Anda tambahkan dalam pengemasan hanya yang tersedia pada supplier. Belum tentu supplier menyediakan barang murah yang bisa Anda hadiahkan.

Kalaupun supplier punya barang yang murah, belum tentu sesuai dengan keinginan. Sehingga, Anda perlu memberikan hadiah secara terpisah. Tetapi, ini akan memakan biaya untuk pengiriman.

Mana yang Paling Menguntungkan?
apa-itu-reseller-dropship
foto: digitalenterpreneur.id

Baik menjadi reseller maupun dropshipper memang punya kelebihan sendiri. Selain kelebihan, ada juga tantangan yang harus dihadapi saat memilih reseller atau dropshipper. Apapun yang Anda pilih merupakan selera Anda.

Pilihlah sesuai keinginan dan kemampuan. Jika Anda ingin lebih fleksibel untuk promosi, pilih reseller. Tetapi, jika modal yang Anda miliki belum memadai, pilih dropship. 

Kini, Anda sudah mengetahui apa itu reseller dan dropship. Tidak hanya pengertiannya, tetapi juga kelebihan serta kekurangannya. Anda mungkin tertarik mencoba.

Jika Anda serius untuk memulai bisnis reseller atau dropship, Anda perlu belajar cara memulainya.

Memulai Menjadi Reseller atau Dropshipper

Untuk memulai, Anda perlu mengetahui apa yang laku di pasar. Pikirkan hal ini dengan baik. Jika sampai salah, maka akan membuang waktu Anda. 

Jika Anda bingung, cari tahu apa yang dibutuhkan orang saat ini. Itu akan lebih mudah terjual.

Atau, Anda juga bisa memulai dengan barang yang Anda suka. Dengan memulai dari apa yang Anda suka, akan lebih mudah nantinya. Terutama, dalam hal mempelajari produk yang dijual.

Anda juga perlu memulai menjual kepada kerabat dan  orang yang mengenal Anda. Terutama jika Anda belum punya modal untuk promosi. Akan lebih mudah menjual sesuatu kepada orang yang sudah mengenal Anda. 

Tetapi, sebagai langkah lanjutan, Anda perlu mengetahui target pasar. Kemudian membuat promosi, branding, dan langkah lainnya.

  • Mengetahui Target Pasar

Sebenarnya, tiap barang ada pasarnya. Ada yang pasarnya luas, dan ada pula yang sempit.

Misalnya, Anda perlu menjual jam tangan mekanik ke pecinta jam. Menjual jam tangan mekanik ke ibu rumah tangga akan lebih mungkin berakhir penolakan.

Dari sini, selain menentukan produk apa yang dijual, tentukan juga target market. Agar tidak salah, Anda bisa tentukan seperti apa calon pembeli Anda. Anda bisa menggunakan buyer persona.

Buyer persona adalah karakter yang mewakili pembeli Anda. Karakter ini ada di dalam pikiran Anda. Dengan kata lain, ini adalah representasi dari konsumen Anda.

Misalnya, Anda membayangkan orang yang cocok untuk membeli produk Anda. Dia adalah orang berusia 20 tahun yang punya pekerjaan tetap dan seterusnya.

Menentukan siapa pembeli Anda akan memudahkan strategi pemasaran. Anda akan lebih paham bagaimana cara menarik konsumen Anda. Ini juga bisa dipertimbangkan untuk menentukan harga.

Target pasar juga bisa menentukan di mana Anda akan melakukan promosi. Anak muda senang menggunakan media sosial Instagram. Ini bisa menjadi tempat promosi jika Anda menargetkan anak muda.

  • Memilih Supplier

Karena reseller dan dropshipper menjual barang dari supplier, maka pemilihan supplier menjadi penting. Terutama bagi para dropshipper. Supplier yang tidak profesional akan sangat menyulitkan. 

Pastikan supplier yang Anda pilih terpercaya. Cobalah untuk mengirim pesan ke mereka. Bagaimana mereka merespon?

Apakah supplier Anda responsif? 

Coba untuk memesan satu produknya, apakah mereka mengirim dengan benar?

Ada beberapa supplier yang meminta biaya pendaftaran di awal. Pertimbangkan ini sebagai biaya modal.

Anda bisa mendapat supplier dari pencarian web. Kemudian cari tahu kredibilitasnya dengan cara seperti di atas. 

Namun, untuk supplier yang dicari melalui media sosial, ada aspek lain yang bisa Anda perhatikan. Perhatikan interaksi dengan para pengikutnya. Jika interaksi bagus dan tidak mencurigakan, Anda bisa lanjutkan dengan langkah di atas.

Selain itu, Anda juga bisa menemukan supplier melalui marketplace. Caranya, cari barang yang mungkin akan Anda jual. Lalu urutkan berdasarkan ulasan terbanyak.

Setelah ditemukan, coba cek tampilan tokonya. Mereka biasanya akan menuliskan "open reseller" atau semacamnya. Jika tidak, coba tanyakan apakah mereka menerima reseller dan dropshipper.

  • Menentukan Harga

Menentukan harga menjadi hal yang penting saat menjadi reseller atau dropshipper. Harga yang terlalu murah bisa membuat Anda rugi. Pertimbangkan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran.

Beberapa supplier turut membatasi harga untuk para dropshipper. Ada supplier yang menyarankan dropshippernya mengambil untung 20%. Bahkan ada juga supplier yang meminta dropshippernya mengambil untung minimal dua kali lipat.

Tetapi, jika tidak ada aturan khusus dari supplier, Anda bisa bebas mengaturnya. Ingat, walaupun bebas, tetap tidak boleh sembarangan.

Menentukan harga juga bisa dilakukan berdasarkan konsumen. Jika Anda menargetkan konsumen berkelas, memberi harga murah bisa membuat mereka ragu.

Tetapi, jika Anda menargetkan konsumen dengan kelas ekonomi menengah, jangan beri harga tinggi. Mereka mungkin akan berpikir, membeli barang Anda adalah pemborosan.

  • Membangun Brand

Brand tidak hanya untuk para produsen. Anda sebagai reseller atau dropshipper juga perlu ini. Tujuannya agar orang-orang mengenal Anda.

Membangun brand juga tidak boleh sembarangan. Pertimbangannya bisa berdasarkan target pasar. 

Misalnya, konsumen dengan kelas ekonomi lebih tinggi umumnya suka yang elegan. Atau para perempuan biasanya suka warna cerah. 

Branding membuat Anda diingat dan dipercaya oleh konsumen. Konsumen yang percaya akan lebih mungkin untuk membeli. Ini bisa menjadi salah satu penentu kesuksesan Anda.

  • Pelayanan ke Konsumen
apa-itu-reseller-dropship
foto: femalepreneur.id

Konsumen adalah orang yang Anda butuhkan. Anda butuh mereka membeli produk yang Anda tawarkan. Oleh karena itu, pelayanan ke konsumen menjadi hal penting.

Respon pesan mereka dengan cepat. Atau setidaknya, jangan biarkan mereka lama menunggu. Mereka mungkin saja akan mencari penjual lain jika Anda lambat.

Jika ada kesalahan, minta maaflah kepada konsumen Anda. Ganti kesalahan itu dengan pelayanan yang lebih baik. Tunjukkan Anda adalah penjual bertanggung jawab. 

Dengan tanggung jawab yang Anda tunjukkan, konsumen akan senang hati. Mereka bisa menceritakan pengalaman membeli barang Anda ke orang lain. Ini bisa menjadi pemasaran dari mulut ke mulut.

Selain itu, Anda bisa memberikan hadiah kejutan bagi pelanggan. Itu akan membuat mereka merasa diperhatikan. Dengan mereka senang, mereka akan menjadi pelanggan tetap.

  • Buat Promosi Menarik

Anda bisa membuat promosi yang menarik untuk calon konsumen Anda. Misalnya memberikan harga diskon. Anda juga bisa membuat paket dengan harga coret. Atau hadiah bagi para konsumen.

Anda mungkin akan kehilangan keuntungan. Tetapi, dengan promosi, Anda akan mendapatkan pelanggan baru.

Jika punya modal cukup, Anda bisa memanfaatkan promosi berbayar. Misalnya, jika Anda ingin mempromosikan lewat media sosial, bisa menggunakan Facebook Ads. Atau Anda bisa gunakan promosi berbayar yang ada di marketplace.

Tempat promosi dan strateginya tentu disesuaikan dengan target pasar. Tujuannya agar audiens promosi Anda tertarik membeli.

  • Terus Upgrade Ilmu

Jangan puas setelah mendapatkan pesanan pertama. Terus tingkatkan pengetahuan Anda tentang pemasaran. Anda bisa membaca buku atau mengikuti seminar. 

Dengan mengikuti seminar, Anda akan mendapatkan jaringan. Selain mendapat ilmu, Anda bisa bertemu dengan supplier baru atau sesama dropshipper dan reseller.

Dengan meningkatkan ilmu secara terus menerus, Anda memiliki aset investasi yang tak ternilai. Ini sangat penting untuk kesuksesan bisnis Anda. 

Terlebih, perubahan zaman membuat banyak hal berubah. Jika ilmu tidak ditingkatkan dan diperbaharui, Anda bisa tertinggal.

Sekarang, Anda telah memahami apa itu reseller dan dropship. Anda juga sudah mengetahui cara memulai bisnis ini.

Bisnis reseller dan dropship memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pekerjaannya memang sederhana. Modalnya juga tidak terlalu besar.

Tetapi, itulah keunggulannya. Karena bisa dimulai dengan modal kecil, peminatnya pun banyak. Persaingan bisnis ini pun juga ketat.

Walaupun dengan modal kecil, bukan berarti keuntungannya ikut kecil. Anda tetap bisa mendapatkan keuntungan yang banyak. Banyak orang di luar sana yang menjadikan bisnis ini sebagai pendapatan utamanya. 

Kini, langkah yang perlu Anda lakukan adalah mengambil tindakan. Anda hanya perlu memulai bisnis. Karena, bisnis yang berhasil adalah bisnis yang dimulai dan dikerjakan. 

Akan percuma jika Anda hanya membaca referensi. Kemudian memikirkan bisnis yang cocok tanpa mengambil tindakan sama sekali. Semua tergantung kepada Anda, ingin menjadi pemain atau penonton.

Anda telah mengetahui apa itu reseller dropship, berikut informasi yang mendukung. Kini saatnya mengambil tindakan. Kesuksesan ada di tangan Anda.