Pengertian Reseller Dan Dropshipper Dalam Jualan Online

Pengertian Reseller Dan Dropshipper Dalam Jualan Online image

Perkembangan dunia online sangat pesat, khususnya di ranah jual beli online.

Menurut data dari similarweb.com, di awal tahun 2020, sekitar 70 juta orang mengakses situs marketplace tokopedia per bulan, bersaing sengit dengan shopee yang juga diakses oleh 70 juta orang setiap bulannya.

Tentu anda tidak ingin hanya jadi penonton bukan? Jika anda jeli, dan memanfaatkan kesempatan dengan benar, anda bisa mendapatkan keuntungan dan penghasilan dari jualan online.

Jika anda ingin jualan online, anda bisa menjual apa saja, mulai dari baju, sepatu, tas, elektronik, makanan, jam tangan, furniture dan lain sebagainya.

Umumnya banyak pelaku bisnis yang menjual produk buatan sendiri atau biasa disebut juga dengan produsen.

Namun, bagaimana jika anda tidak bisa membuat produk anda sendiri?

Jawabannya adalah anda bisa menjadi reseller atau dropshipper.

Apa itu reseller? Dan apa itu dropshipper?

Reseller adalah orang yang menjual kembali suatu produk yang diperoleh dari supplier (penyedia barang).

Jadi, seorang reseller membeli produk terlebih dahulu dari supplier, lalu menjualnya kembali dengan menaikkan harganya untuk memperoleh keuntungan.

Sedangkan dropshipper adalah orang yang menjual kembali suatu produk, tanpa harus membeli terlebih dahulu produk yang ingin dijual.

Jadi bisa diambil kesimpulan, dropshipper tidak perlu modal yang besar untuk bisa mulai jualan online.

Yang membedakan dropshipper dengan reseller adalah, dropshipper tidak harus nyetok barang, barang tetap di gudang supplier dan ketika ada order barulah dropshipper menghubungi supplier untuk memproses orderan tersebut.

Sedangkan seorang reseller membeli produk tersebut untuk nyetok sendiri barang di gudangnya.

Lalu, apa kelebihan menjadi reseller daripada menjadi dropshipper?

Kelebihan menjadi reseller adalah dengan membeli terlebih dahulu produk yang akan dijual, seorang reseller jadi bisa mengetahui secara pasti kelebihan produk yang dijual, dan stok barang yang sudah jelas karena barang ada di gudang reseller sendiri.

Sedangkan kekurangan menjadi reseller adalah dibutuhkan modal yang lebih besar daripada menjadi seorang dropshipper. Lalu reseller juga harus mempersiapkan sumber daya untuk proses packing karena reseller lah yang harus mengirim produk ke alamat pembeli.

Di sisi lain, kelebihan dropshipper adalah tidak membutuhkan modal yang besar untuk bisa mulai berjualan karena dropshipper tidak perlu membeli barang terlebih dahulu.

Lalu seorang dropshipper juga tidak perlu repot dan pusing untuk memikirkan proses packing. Cukup menaikkan harga jual dari harga yang diberikan oleh supplier, selisih harga sudah merupakan keuntungan bersih.

Kekurangan menjadi dropshipper adalah dropshipper bisa jadi tidak tahu secara pasti kualitas dari produk yang dijual atau promosikan.

Serta dropshipper juga tidak tahu pasti ketersediaan stok barang, jadi harus selalu menghubungi supplier untuk mengecek stok barang tersedia atau tidak.

Kesimpulan

Mana yang cocok untuk anda, apakah menjadi seorang reseller atau dropshipper?

Saran dari admin adalah, jika anda sama sekali belum memiliki pengalaman jualan online, anda bisa mulai dengan menjadi seorang dropshipper karena resiko yang sangat kecil, serta tidak membutuhkan modal yang besar. Jadi seandainya barang yang anda jual belum laku, anda tidak mengalami kerugian yang besar.

Nah, jika setelah menjadi dropshipper anda mulai merasakan penjualan yang bertambah dan sudah memahami teknik jualan online. Anda bisa mulai menjadi reseller dan nyetok barang anda sendiri.

Nah, itulah sekilas dari admin penjelasan mengenai reseller dan dropshipper. Yuk mulai jualan online dari sekarang!